Y.M. Goshir Gyaltsab Rinpoche ke-12

Yang Mulia Goshir Gyaltsab Rinpoche yang nama dan keluhurannya telah dikenal luas di seluruh dunia—ditunjuk langsung sebagai wali vajra oleh Yang Mulia Gyalwa Karmapa, Raja dari semua Buddha, untuk melestarikan serta menyebarkan silsilah aliran Kagyu.

Secara umum, Yang Mulia merupakan emanasi dari Vajrapani, sang pemegang seluruh ajaran Vajrayana. Pada masa Buddha Sakyamuni hadir di dunia untuk membabarkan Dharma, Yang Mulia telah diramalkan akan menjadi sosok teragung di antara para pendengar Dharma yang terpelajar.

Kala itu, Beliau berinkarnasi sebagai Arya Ananda, salah satu dari delapan murid utama Sang Buddha. Beliau berperan besar dalam penyusunan Sutra Pitaka yang memuat ajaran utama tentang meditasi, sekaligus menjadi sosok pionir yang membantu mengembangkan dan melindungi ajaran Sang Buddha di dunia ini.

Khususnya ketika pelindung dari tiga ras (Rigsum Gonpo) pertama kali membawa ajaran Sang Buddha ke Tibet, Yang Mulia telah berinkarnasi sebagai Gar Tong Tsen, sang pemegang kebijaksanaan. Beliau merupakan dewan rahasia utama dari raja besar Song Tsen Gampo. Ketika utusan dikirim untuk menyambut kedatangan emanasi dari Tara Putih dan Tara Hijau—yaitu dua putri, Gyalsay Konjo dari Cina dan Belsa Tritsun dari Nepal—Beliau membawa rupang suci Buddha Sakyamuni dan Jowo Mingyur Dorje ke Tibet.

Langkah agung ini dilakukan demi kepentingan serta kesejahteraan negara dan rakyatnya. Sebagai buah dari kontribusi besar tersebut, Buddha Dharma akhirnya dapat bersinar terang seperti matahari di seluruh tanah Tibet.

Pada masa berikutnya, Yang Mulia beremanasi sebagai Khar Chen Palgi Wangchuk, yang merupakan salah satu dari dua puluh lima murid utama Guru Padmasambhawa. Kemudian, pada masa yogi teragung Tibet, Jetsun Milarepa, Yang Mulia kembali hadir sebagai putra spiritual yang mulia bernama Repa Shiwa Wod.

Ajaran Buddha sepenuhnya berbicara tentang kebenaran. Samsara berarti tidak mengetahui kebenaran, sedangkan pencerahan berarti mengetahui kebenaran. Oleh karena itu, tidak ada yang lebih penting daripada kebenaran dalam ajaran Buddha.

-Yang Mulia Goshir Gyaltsab Rinpoche-

Rigsum Gonpo (Tiga Pelindung Utama) terdiri dari: Manjushri, Avalokiteshvara, dan Vajrapani (jika dilihat dari urutan kiri ke kanan).

Karmapa Keenam, Thongwa Dhonden, secara jelas mengenali dan mengidentifikasi Beliau sebagai emanasi dari makhluk suci tersebut, sekaligus memberkatinya dengan nama Paljor Dhondrub Gyaltsabpa Pertama. Setelah itu, Yang Mulia menerima berbagai inisiasi, transmisi, dan ajaran dari berbagai silsilah hingga menguasai seluruh ajaran tersebut sepenuhnya. Atas pencapaian spiritualnya, Beliau dikenal secara khusus sebagai pangeran dari aliran Kagyu, ajaran murni dari Vajradhara.

Sebagai guru yang sempurna bagi tradisi Buddhisme lama maupun baru di Tibet, Goshir Paljor Dhondup diangkat sebagai wali resmi dan putra spiritual dari Yang Mulia Gyalwa Karmapa. Sejak momen bersejarah itulah, seluruh garis silsilah Gyaltsabpa secara turun-temurun memegang peran agung sebagai wali dari Karmapa.

Yang Mulia Karmapa ke 6, Thongwa Dhonden

Bagian 1: Peran Spiritual Para Gyaltsabpa dan Garis Silsilahnya

Para Gyaltsabpa hadir di dunia ini untuk menjalankan berbagai aktivitas Dharma, baik berperan sebagai guru maupun sebagai murid dari Yang Mulia Gyalwa Karmapa. Manifestasi ini diwujudkan melalui pembangunan biara-biara baru, pendirian pusat pembelajaran, serta pusat retret meditasi demi kemaslahatan makhluk hidup yang tak terhitung jumlahnya.

Ketika Yang Mulia Gyalwa Karmapa memasuki Mahaparinivarna, tugas utama dan aktivitas Dharma para Gyaltsabpa adalah memimpin doa serta mempersembahkan puja. Hal ini dilakukan untuk mempercepat penemuan reinkarnasi Karmapa berikutnya. Selain itu, mereka bertugas menjaga para pengikut yang ditinggalkan, serta menobatkan reinkarnasi muda Karmapa ke atas takhta emas-Nya yang suci. Gyaltsabpa juga memberikan penahbisan, mengajarkan sumpah Pratimoksha dan Bodhisatwa, hingga menurunkan seluruh inisiasi serta transmisi doktrin mendalam dari silsilah yang berharga ini.

Dalam menguraikan Dharma, para Gyaltsabpa mengajarkan teks-teks sutra dan tantra yang mendalam. Di antaranya adalah ajaran unik Enam Yoga Naropa dan jalan pembebasan melalui Mahamudra. Melalui cara inilah para Gyaltsabpa meneruskan ajaran Dharma yang luas dari Untaian Emas Silsilah Kagyu, sekaligus memenuhi harapan serta aspirasi suci dari Yang Mulia Gyalwa Karmapa.

Garis Gyaltsabpa adalah sebagai berikut :

  • Gyaltsab Rinpoche ke-1 :

    Goshir Paljor Dhondup (1416 - 1478)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-2 :

    Tashi Namgyal (1487 - 1515)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-3 :

    Dakpa Paljor (1516 - 1546)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-4 :

    Dakpa Dhondup (1547 - 1613)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-5 : 

    Dakpa Chokyang (1617 - 1658)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-6 :

    Norbu Sangpo (1660 - 1698)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-7 :

    Konchok Odser (1699 - 1765)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-8 :

    Choephel Sangpo (1766 - 1820)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-9 :

    Dakpa Yeshi (1821 - 1876)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-10 :

    Tempai Nyima (1877 - 1893)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-11 :

    Dakpa Gyatso (1914 - 1952)

  • Gyaltsab Rinpoche ke-12 :

    Dakpa Mingyur Gocha (1954 - sekarang)

Bagian 2: Pengakuan Istadewata dan Gelar dari Kaisar Tiongkok

Dalam setiap masa kehidupan, Istadewata yang merupakan guru spiritual utama dari para Gyaltsabpa akan muncul secara langsung untuk memberikan berkah dan ramalan spiritual kepada Beliau. Para Gyaltsabpa juga ditunjuk sebagai guru Dharma serta pemegang ajaran rahasia yang berharga oleh para tertua silsilah, termasuk Rigzin Jetsun Nyingpo.

Atas pengetahuan mendalam serta aktivitas kebajikannya yang luas, Kaisar Tiongkok dari Dinasti Ming (Kaisar Chengtons/Ching Thung) menganugerahkan Gelar Terhormat "Goshir" (Raja Dharma) beserta sebuah segel emas kepada Gyaltsabpa Pertama. Pengakuan ini membuat Gyaltsabpa Pertama mendapatkan penghormatan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat pada masa itu, yang membuktikan betapa luas dan luhurnya kualitas keilmuan yang Beliau miliki.

Bagian 3: Masa Kritis Perang Mongolia dan Restorasi Biara

Pada masa-masa kritis yang penuh pergolakan di Tibet tahun 1641, perang yang dilancarkan oleh Mongolia di wilayah Tsang (provinsi tengah Tibet) sempat menghancurkan seluruh biara Kagyu. Kehancuran ini termasuk menimpa Biara Tsurphu yang merupakan takhta utama para Karmapa, hingga menyebabkan Karmapa Kesepuluh harus mengungsi ke Jang Sa-Tham.

Di tengah periode yang sulit tersebut, Gyaltsabpa Kelima, Dakpa Chokyang, bangkit untuk membangun dan merestorasi kembali seluruh biara yang hancur. Langkah besar ini berhasil mempertahankan tradisi serta membuat aliran Kagyu kembali bersinar terang demi kepentingan semua makhluk. Melalui dedikasi tulus seperti inilah, seluruh garis silsilah Gyaltsabpa selalu melayani Buddha Dharma pada umumnya, dan aliran Kagyu pada khususnya, hingga hari ini di saat ajaran Dharma semakin dibutuhkan di seluruh dunia.

Bagian 4: Kelahiran dan Penobatan Gyaltsab Rinpoche Ke-12

Yang Mulia Gyaltsab Rinpoche Ke-12 yang bertakhta saat ini, dikenali dan diakui oleh Yang Mulia Gyalwa Karmapa Ke-16, Rangjung Rigpai Dorje, pada tahun 1954 (Tahun Kuda Kayu) dengan membawa segala tanda luar biasa dari seorang makhluk suci. Kemudian, pada usia empat tahun di Tahun Burung Api (1958), tepat pada hari bulan purnama di bulan keenam penanggalan Tsurphu, Yang Mulia Karmapa Ke-16 melaksanakan upacara pemotongan rambut Beliau. Saat upacara berlangsung, matahari terbit di puncak gunung sebelah timur, dan Yang Mulia Karmapa XVI menyatakan, "Ini adalah tanda yang sangat baik dan penuh berkah."

Setelah momen penuh sukacita tersebut, Yang Mulia Karmapa memberkati dan menganugerahi Beliau nama vajra: Gyaltsab Karma Dakpa Tenpa Yarphel Mingyur Gocha Thinley Kunkhyab Pal Sangpo, serta memberikan penahbisan sila Upasaka.

Pada tanggal 22 di bulan yang sama, Yang Mulia Gyalwa Karmapa secara resmi menobatkan Gyaltsab Rinpoche ke atas Takhta Singa Dharma dan menyematkan Mahkota Merah Emas, yang diiringi dengan doa berkat serta persembahan yang luas. Upacara penobatan agung ini dihadiri oleh berbagai organisasi biara, komite, serta para tamu terhormat dan umat dari berbagai penjuru dunia.

Silsilah Goshir Gyaltsab Rinpoche

Yang Mulia Karmapa ke-17 , Ogyen Trinley Dorje (kiri) dan

Yang Mulia Goshri Gyaltsab Rinpoche ke-12 (kanan)

Yang Mulia Goshri Gyaltsab Rinpoche ke-12

Yang Mulia Karmapa ke-16 , Rangjung Rigpe Dorje (kiri) dan

Yang Mulia Goshri Gyaltsab Rinpoche ke-12 (kanan)

Yang Mulia Karmapa ke-17 , Ogyen Trinley Dorje (kiri) dan

Yang Mulia Goshri Gyaltsab Rinpoche ke-12 (kanan)

Bagian 5: Pendidikan Spiritual dan Dedikasi Terhadap Karmapa Ke-17

Yang Mulia Gyaltsab Rinpoche menerima seluruh inisiasi suci, instruksi, dan transmisi silsilah Kagyu—khususnya Kamtsang Kagyu—dari Yang Mulia Rangjung Rigpai Dorje. Proses transfer ilmu ini digambarkan laksana menuangkan air dari satu vas yang penuh ke vas lainnya hingga sempurna. Beliau juga menimba ilmu dari banyak guru besar lintas tradisi Buddhisme di Tibet. Oleh karena itu, Gyaltsab Rinpoche Ke-12 dikenal sebagai seorang master yang sempurna; seluruh hidupnya dihabiskan untuk bermeditasi dan mempelajari kitab suci tanpa pernah tergoda oleh kesenangan duniawi.

Sebagai putra spiritual dan pemangku takhta, Gyaltsab Rinpoche selalu mengutamakan Yang Mulia Karmapa. Pasca-Mahaparinirvana Karmapa Ke-16, Beliau memimpin berbagai doa untuk kelancaran kelahiran kembali, serta terlibat aktif siang dan malam dalam mencari dan menemukan posisi reinkarnasi Karmapa Ke-17. Seluruh waktu dan upayanya didedikasikan untuk melayani Yang Mulia Karmapa, sebuah komitmen mendalam yang disaksikan langsung oleh para pengikut di seluruh dunia, khususnya masyarakat Sikkim.

Setelah pencarian panjang, Yang Mulia Karmapa Ke-17, Ogyen Trinley Dorje, berhasil ditemukan. Penemuan ini diperkuat oleh segel persetujuan dari Yang Mulia Dalai Lama serta kesesuaian dengan surat prediksi asli yang ditinggalkan oleh Karmapa Ke-16. Yang Mulia Karmapa Ke-17 kemudian dinobatkan di takhta utamanya di Biara Tsurphu, Tibet, oleh Yang Mulia Tai Situ Rinpoche dan Gyaltsab Rinpoche. Hingga saat ini, Yang Mulia Gyaltsab Rinpoche telah menurunkan banyak inisiasi dan transmisi penting silsilah Karma Kagyu kepada Yang Mulia Karmapa Ke-17.

Yayasan Goshri Dharmadwipa Nusantara

Ruko Taman Niaga Sukajadi Blok B No 12 - 12B

Kota Batam

Email

Phone

admin@goshribatam.id

+62 853-8899-1212

© 2026. All rights reserved.